<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Merajut Qalbun Salim</title>
	<atom:link href="http://ruslihasbi.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ruslihasbi.wordpress.com</link>
	<description>Ustadz Dr. H. Rusli Hasbi, MA</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 01:24:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh agus sudaryanto</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-590</link>
		<dc:creator>agus sudaryanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 01:24:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-590</guid>
		<description>pak Haji mau tanya tentang sedekah

1. Hadist yang menerangkan
2. Ayat di alquran



agus sudaryanto rt04 rengas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak Haji mau tanya tentang sedekah</p>
<p>1. Hadist yang menerangkan<br />
2. Ayat di alquran</p>
<p>agus sudaryanto rt04 rengas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh Zul Iskandar</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-589</link>
		<dc:creator>Zul Iskandar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 07:26:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-589</guid>
		<description>ass ust.
sy mw nnyk apkh wanita itu trmsk sarang atau kndg syaitan ?
kl da sbtkn hadis nya y ust....
syukran</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass ust.<br />
sy mw nnyk apkh wanita itu trmsk sarang atau kndg syaitan ?<br />
kl da sbtkn hadis nya y ust&#8230;.<br />
syukran</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh gessi</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-588</link>
		<dc:creator>gessi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 12:59:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-588</guid>
		<description>Assalamualaikum ustadz..
saya ingin bertanya mengapa kita tidak diperbolehkan mendoakan yg buruk kepada orang yg menzalimi kita? padahal hal itu menurut saya (yg awam ini) amatlah sulit... saya sampai berdoa agar diberi hati yg bersih agar bisa dengan ikhlas mendoakan yg baik2 kepada orang tersebut...
apa yg seharusnya kita lakukan bila kita di zalimi orang?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ustadz..<br />
saya ingin bertanya mengapa kita tidak diperbolehkan mendoakan yg buruk kepada orang yg menzalimi kita? padahal hal itu menurut saya (yg awam ini) amatlah sulit&#8230; saya sampai berdoa agar diberi hati yg bersih agar bisa dengan ikhlas mendoakan yg baik2 kepada orang tersebut&#8230;<br />
apa yg seharusnya kita lakukan bila kita di zalimi orang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh wawan</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-587</link>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 05:54:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-587</guid>
		<description>Assalamualaikum, Ustadz saya baru saja menikah, pada suatu pagi saya mengucapkan tidurmu sama dengan tidurnya ibuku,apakah itu sudah termasuk talak?
saya mengucapkan itu tidak tahu,dan tidak bermaksud untuk menjatuhkan talak,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Ustadz saya baru saja menikah, pada suatu pagi saya mengucapkan tidurmu sama dengan tidurnya ibuku,apakah itu sudah termasuk talak?<br />
saya mengucapkan itu tidak tahu,dan tidak bermaksud untuk menjatuhkan talak,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh Teddy effendi</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-586</link>
		<dc:creator>Teddy effendi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 18:41:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-586</guid>
		<description>assalamualaikum ustadz,  usia saya 24 tahun. saya telah menikah dan usia perkawinan saya sudah hamipr 4 tahun , tetapi sekarang istri saya pergi begitu saja dengan pria lain,ternyata menginjak usia perkawinan 3 tahun istri saya sudah berselingkuh dan saya baru tahu sekarang-sekarang setelah istri saya ngak ada. yg menjadi pertanyaan saya 1. apa yg harus saya lakukan ? 2. sekarang ini saya kepikiran untuk menikah lagi, tapi bagaimana hukumnya soalnya status saya dan istri saya masih terikat suami-isteri menurut hukum tapi menurut agama mungkin sudah bukan. 3.apakah sah bila saya menikah lagi tanpa mengasih tahu mantan isteri saya ? 4.apakah mantan isteri saya bisa menggugat saya apabila mengetahui saya sudah menikah lagi, dan apa yg harus saya lakukan bila itu terjadi..? 


wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum ustadz,  usia saya 24 tahun. saya telah menikah dan usia perkawinan saya sudah hamipr 4 tahun , tetapi sekarang istri saya pergi begitu saja dengan pria lain,ternyata menginjak usia perkawinan 3 tahun istri saya sudah berselingkuh dan saya baru tahu sekarang-sekarang setelah istri saya ngak ada. yg menjadi pertanyaan saya 1. apa yg harus saya lakukan ? 2. sekarang ini saya kepikiran untuk menikah lagi, tapi bagaimana hukumnya soalnya status saya dan istri saya masih terikat suami-isteri menurut hukum tapi menurut agama mungkin sudah bukan. 3.apakah sah bila saya menikah lagi tanpa mengasih tahu mantan isteri saya ? 4.apakah mantan isteri saya bisa menggugat saya apabila mengetahui saya sudah menikah lagi, dan apa yg harus saya lakukan bila itu terjadi..? </p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh fian pratama</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-585</link>
		<dc:creator>fian pratama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 17:45:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-585</guid>
		<description>1.apakah nikah sirah sah jika tidak di hadiri orang tua krn oran tua sya tdk thu saya menikah?
2.krna orang tua calon istri saya tdk mau jd wali krn calon istri saya pulag ke orang tua angkatnya?
3.siapa yg bs menjadi wali dan saksi kami berdua?
4.apakah pernikahan kami berdua sah?
5.kami menikah sirrih krn kami menghindari dosa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1.apakah nikah sirah sah jika tidak di hadiri orang tua krn oran tua sya tdk thu saya menikah?<br />
2.krna orang tua calon istri saya tdk mau jd wali krn calon istri saya pulag ke orang tua angkatnya?<br />
3.siapa yg bs menjadi wali dan saksi kami berdua?<br />
4.apakah pernikahan kami berdua sah?<br />
5.kami menikah sirrih krn kami menghindari dosa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh fadhlan</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-584</link>
		<dc:creator>fadhlan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 01:07:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-584</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Abi..


Saya Fadhlan, pemuda berusia 24 tahun dan sudah 20 tahun saya menyimpan pertanyaan yang tidak pernah berani untuk saya utarakan..

ketika masih kecil, saya pernah melihat sebuah pohon cemara yang sangat besar, sepertinya itu adalah pohon paling besar yang pernah saya lihat.. dan semenjak itu saya seperti menggambarkan kebesaran Allah seperti besarnya pohon itu..

sehingga sampai sekarang entah mengapa jika saya mengingat Allah atau sesuatu yang bersinggungan denganNya, pohon itu selalu melintas dipikiran saya..

saya tidak mau menjadi HambaNya yang musyrik yang menggambarkan TuhanNya dengan makhluk yang sangat teramat kecil seperti pohon itu..

saya sudah berusaha untuk selalu memaksa menghadirkan tulisan Allah apabila saya sedang mengingat Allah atau menfengar namaNya..

tolong saya Abi, saya tidak mau seumur hidup saya seperti ini, apa mungkin karena kita memang tidak dapat Wajah Allah yang sebenarnya sehingga saya menjadi seperi ini..

terima kasih banyak sebelumnya saya ucapkan kepada Abi atas perhatiannya, terlebih atas jawaban dari pertanyaan saya ini nantinya..

wassalam.

Fadhlan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Abi..</p>
<p>Saya Fadhlan, pemuda berusia 24 tahun dan sudah 20 tahun saya menyimpan pertanyaan yang tidak pernah berani untuk saya utarakan..</p>
<p>ketika masih kecil, saya pernah melihat sebuah pohon cemara yang sangat besar, sepertinya itu adalah pohon paling besar yang pernah saya lihat.. dan semenjak itu saya seperti menggambarkan kebesaran Allah seperti besarnya pohon itu..</p>
<p>sehingga sampai sekarang entah mengapa jika saya mengingat Allah atau sesuatu yang bersinggungan denganNya, pohon itu selalu melintas dipikiran saya..</p>
<p>saya tidak mau menjadi HambaNya yang musyrik yang menggambarkan TuhanNya dengan makhluk yang sangat teramat kecil seperti pohon itu..</p>
<p>saya sudah berusaha untuk selalu memaksa menghadirkan tulisan Allah apabila saya sedang mengingat Allah atau menfengar namaNya..</p>
<p>tolong saya Abi, saya tidak mau seumur hidup saya seperti ini, apa mungkin karena kita memang tidak dapat Wajah Allah yang sebenarnya sehingga saya menjadi seperi ini..</p>
<p>terima kasih banyak sebelumnya saya ucapkan kepada Abi atas perhatiannya, terlebih atas jawaban dari pertanyaan saya ini nantinya..</p>
<p>wassalam.</p>
<p>Fadhlan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh Aulia Mawardi</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-583</link>
		<dc:creator>Aulia Mawardi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 13:55:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-583</guid>
		<description>makasih Abi atas pendapatnya..

nambah dkit yah: 

keempat: iya insyaALLAH saya pun tetap berpegang teguh dgn cara shalat saya yg dimana yg dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW...

namun setelah saya jelaskan demikian, dia berkata bahwa &quot;jika kita shalat dgn bgtu, itu smua manusia pun bisa bahkan orang-orang jahat seperti pencuri, koruptor, dan penjahat lainnya..
makanya kita harus membedakan dgn manusia-manusia tersebut, oleh karena itu dia menambahkan kata aku beriman kepadamu ya ALLAH&quot;

wallahu hu a&#039;lam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih Abi atas pendapatnya..</p>
<p>nambah dkit yah: </p>
<p>keempat: iya insyaALLAH saya pun tetap berpegang teguh dgn cara shalat saya yg dimana yg dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW&#8230;</p>
<p>namun setelah saya jelaskan demikian, dia berkata bahwa &#8220;jika kita shalat dgn bgtu, itu smua manusia pun bisa bahkan orang-orang jahat seperti pencuri, koruptor, dan penjahat lainnya..<br />
makanya kita harus membedakan dgn manusia-manusia tersebut, oleh karena itu dia menambahkan kata aku beriman kepadamu ya ALLAH&#8221;</p>
<p>wallahu hu a&#8217;lam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh admin</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-582</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 04:42:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-582</guid>
		<description>Jawab:

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

Akikah hukumnya sunnah. Rasulullah SAW melaksanakan akikah untuk Hasan dan Husain, demikian pula para sahabat. Rasulullah SAW besabda: “Akikah untuk anak perempuan satu ekor kambing dan untuk anak laki-laki dua ekor kambing,” (HR. Abu Daud). Hadis tersebut menjelaskan bahwa hewan untuk akikah adalah kambing. 

Adapun melaksanakan akikah untuk tujuh orang (perempuan, red.) dengan satu ekor sapi menurut salah satu pendapat dibolehkan. Wallahu Ta&#039;ala a&#039;lam.

Rusli Hasbi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jawab:</p>
<p>Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Akikah hukumnya sunnah. Rasulullah SAW melaksanakan akikah untuk Hasan dan Husain, demikian pula para sahabat. Rasulullah SAW besabda: “Akikah untuk anak perempuan satu ekor kambing dan untuk anak laki-laki dua ekor kambing,” (HR. Abu Daud). Hadis tersebut menjelaskan bahwa hewan untuk akikah adalah kambing. </p>
<p>Adapun melaksanakan akikah untuk tujuh orang (perempuan, red.) dengan satu ekor sapi menurut salah satu pendapat dibolehkan. Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<p>Rusli Hasbi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab oleh admin</title>
		<link>http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-581</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 04:37:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-581</guid>
		<description>Jawab:

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh:

Sebagai orang Islam yang taat kita dianjurkan untuk senantiasa menjalankan agama Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. adapun beberapa hal yang dilakukan oleh rekan Bapak adalah sebagai berikut:

Pertama: Shalat itu dikerjakan setelah masuk waktu shalat sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisaa’: 103). Adapun adzan adalah tanda untuk menunjukkan datangnya waktu shalat, orang yang adzan sendiri kadang-kadang dia adzan tepat pada waktu shalat dan kadang-kadang beberapa menit setelah masuk waktu shalat.  Oleh karena itu yang menjadi patokan adalah telah masuk waktu shalat, apabila dia shalat sebelum masuk waktu shalat maka shalatnya tidak sah, tapi bila dia shalat setelah masuk waktu shalat, maka shalatnya sah.

Kedua: Menghadiri pengajian untuk mendapatkan ilmu agama adalah hal yang sangat baik untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Agar ruhani tidak menjadi hampa dan kosong dari mengingat Allah SWT. Diantara kesalahan dalam pengajian adalah ada di antara jama’ah atau pembawa materi yang mengungkap kesalahan orang lain. Maka hal ini tidak dapat dijadikan sebagai alasan utama bagi seseorang untuk tidak hadir dipengajian.

Ketiga: Memvonis keras terhadap suatu kaum tertentu adalah hal yang dilarang sebagaimana firman Allah SWT :”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri  dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah  yang buruk sesudah iman  dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Hujurat : 11).
orang Arab itu ada yang baik dan ada yang buruk, di antara mereka ada yang menjadi ulama besar ada pula orang biasa. Agama melarang kita untuk memperolok kaum atau bangsa lain karena boleh jadi mereka lebih baik dari pada diri kita.

Keempat: Menambah kata ”Aku beriman kepadamu ya Allah” pada saat takbir itu tidak dianjurkan dalam shalat dan hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk senantiasa menjaga keimanan kepada Allah SWT dalam setiap hal dengan memperbanyak ibadah dan amal sholeh. Agar shalat kita diterima oleh Allah SWT, maka kita mengikuti tata cara shalat sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang dimulai dengan takbir,  diakhiri dengan salam. Wallahu Ta&#039;ala a&#039;lam.

Rusli Hasbi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jawab:</p>
<p>Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh:</p>
<p>Sebagai orang Islam yang taat kita dianjurkan untuk senantiasa menjalankan agama Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. adapun beberapa hal yang dilakukan oleh rekan Bapak adalah sebagai berikut:</p>
<p>Pertama: Shalat itu dikerjakan setelah masuk waktu shalat sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisaa’: 103). Adapun adzan adalah tanda untuk menunjukkan datangnya waktu shalat, orang yang adzan sendiri kadang-kadang dia adzan tepat pada waktu shalat dan kadang-kadang beberapa menit setelah masuk waktu shalat.  Oleh karena itu yang menjadi patokan adalah telah masuk waktu shalat, apabila dia shalat sebelum masuk waktu shalat maka shalatnya tidak sah, tapi bila dia shalat setelah masuk waktu shalat, maka shalatnya sah.</p>
<p>Kedua: Menghadiri pengajian untuk mendapatkan ilmu agama adalah hal yang sangat baik untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Agar ruhani tidak menjadi hampa dan kosong dari mengingat Allah SWT. Diantara kesalahan dalam pengajian adalah ada di antara jama’ah atau pembawa materi yang mengungkap kesalahan orang lain. Maka hal ini tidak dapat dijadikan sebagai alasan utama bagi seseorang untuk tidak hadir dipengajian.</p>
<p>Ketiga: Memvonis keras terhadap suatu kaum tertentu adalah hal yang dilarang sebagaimana firman Allah SWT :”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri  dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah  yang buruk sesudah iman  dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Hujurat : 11).<br />
orang Arab itu ada yang baik dan ada yang buruk, di antara mereka ada yang menjadi ulama besar ada pula orang biasa. Agama melarang kita untuk memperolok kaum atau bangsa lain karena boleh jadi mereka lebih baik dari pada diri kita.</p>
<p>Keempat: Menambah kata ”Aku beriman kepadamu ya Allah” pada saat takbir itu tidak dianjurkan dalam shalat dan hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Sebagai umat Islam kita dianjurkan untuk senantiasa menjaga keimanan kepada Allah SWT dalam setiap hal dengan memperbanyak ibadah dan amal sholeh. Agar shalat kita diterima oleh Allah SWT, maka kita mengikuti tata cara shalat sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang dimulai dengan takbir,  diakhiri dengan salam. Wallahu Ta&#8217;ala a&#8217;lam.</p>
<p>Rusli Hasbi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
